![]() |
| Sistem pendidikan di Finlandia kerap menjadi sorotan karena salah satu yang terbaik di dunia. (Foto: Unsplash) |
Penulis: Muhammad Yunus Rifai
MAYANTARA- Banyak negara menerapkan sistem pendidikan dengan jam belajar yang panjang dan berbagai ujian untuk mengukur capaian murid-murid. Namun, Finlandia memiliki pendekatan pendidikan yang berbeda.
Sekolah-sekolah di Finlandia menekankan keseimbangan antara pembelajaran, kesejahteraan siswa, pemerataan akses, serta kepercayaan kepada guru.
Sistem pendidikan negara Eropa Utara ini kerap menjadi sorotan karena tidak menjadikan ujian berstandar tinggi sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan belajar.
Terlebih lagi, negara ini selalu mencetak nilai tertinggi dalam tes internasional. Bahkan, sistem pendidikannya menjadi salah satu yang terbaik di dunia.
1. Kesetaraan Pendidikan yang Utama
Finlandia menempatkan kesetaraan sebagai salah satu prinsip penting dalam sistem pendidikannya. Umumnya siswa mendapatkan tempat di sekolah yang berada dekat dengan tempat tinggal mereka.
Pendidikan di Finlandia mulai dari pra-sekolah hingga pendidikan tinggi tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis.
Para siswa di Finlandia tidak dituntut untuk bersaing menjadi nomor satu dan berlomba-lomba meraih nilai tinggi di kelas. Tidak ada ranking ataupun daftar siswa terbaik. Hal tersebut karena mereka tidak menerapkan persaingan, melainkan kerja sama.
Sistem tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan yang relatif setara bagi siswa. Mereka menyadari bahwa setiap anak memiliki keunikan dan kecerdasannya masing-masing.
2. Minim Ujian Berstandar dan Beban PR Rendah
Di Finlandia tidak terdapat ujian nasional. Penilaian dilakukan oleh guru melalui berbagai metode, seperti dari pengamatan selama proses pembelajaran, tugas kelas, partisipasi, dan ujian.
Penilaian juga dilakukan secara berkelanjutan untuk melihat perkembangan serta tantangan yang dihadapi setiap siswa. Satu-satunya tes di negara tersebut adalah Ujian Matrikulasi Nasional. Tetapi, tes tersebut sifatnya sukarela untuk siswa SMA tahun terakhir.
Beban pekerjaan rumah (PR) siswa juga relatif rendah dibandingkan banyak negara lain. Data PISA 2022 menunjukkan siswa di Finlandia menghabiskan waktu kurang dari satu jam per hari untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
3. Hari Sekolah Lebih Pendek
Finlandia termasuk negara dengan durasi hari sekolah yang relatif pendek. Menurut Finnish National Agency for Education, panjang hari dan jadwal belajar ditentukan oleh sekolah dalam kerangka aturan nasional.
Satu pelajaran umumnya berlangsung selama 45 menit dengan jumlah pelajaran mingguan yang berbeda berdasarkan tingkat kelas. Biasanya, siswa di Finlandia baru memulai sekolah pada pukul 09.00 hingga 09.45 dan berakhir pada pukul 14.00 hingga 14.45 siang.
Aturan jam sekolah tersebut merujuk pada beberapa penelitian yang menunjukkan sekolah lebih siang baik untuk kesehatan hingga kesejahteraan siswa.
Menurut penelitian yang dipublikasikan PubMed Central, jam belajar di sekolah yang lebih awal bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, kebahagiaan, dan tingkat kematangan siswa.
4. Guru Memiliki Kualifikasi Tinggi dan Wajib Bergelar Master
Guru memiliki posisi penting dalam sistem pendidikan dan profesi terhormat di Finlandia. Setiap guru diwajibkan memiliki gelar master. Guru-guru di negara ini juga digaji besar.
Penilaian siswa pada pendidikan dasar dan menengah pertama dipercayakan kepada guru, sehingga mereka memiliki tanggung jawab besar dalam memantau perkembangan peserta didik. Guru juga memiliki ruang untuk menggunakan berbagai metode dalam proses pembelajaran dan penilaian.
5. Fokus pada Perkembangan Anak
Finlandia menempatkan bermain sebagai bagian penting dalam proses belajar. Finnish National Agency for Education menyebut bermain sebagai salah satu cara alami bagi anak untuk belajar, berpartisipasi, mengembangkan keterampilan sosial, serta mendukung kesejahteraan mereka.
Namun, pendekatan bermain bukan berarti pembelajaran dilakukan tanpa tujuan akademik. Pendidikan tetap dirancang secara sistematis untuk mendukung perkembangan, pembelajaran, dan kesejahteraan anak.
Sistem pendidikan Finlandia menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan banyaknya waktu yang dihabiskan siswa di ruang kelas.
Pemerataan akses, kualitas pendidikan guru, otonomi dalam pembelajaran, penilaian berkelanjutan, dan perhatian terhadap perkembangan dan kesejahteraan siswa menjadi bagian penting dari pendekatan pendidikan di negara tersebut.
Sistem ini menekankan keseimbangan dan kualitas proses belajar, bukan sekadar prinsip bahwa belajar lebih sedikit akan menghasilkan prestasi lebih tinggi.
Finlandia bahkan unggul di atas Amerika Serikat dan negara-negara di Asia Timur yang dikenal sebagai peringkat nomor satu dalam matematika dan sains.***
Editor: Yusuf Aminudin
