Penulis: Fadillah Indiyuni Astuti
MAYANTARA- Wisuda Universitas Terbuka (UT) Surakarta Tahun Akademik 2025/2026 sukses digelar pada Rabu, 11 Februari 2026, di Graha Saba Buana, Surakarta.
Dalam acara tersebut, sebanyak 691 wisudawan dari berbagai fakultas resmi dilantik, mulai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis hingga Program Vokasi.
Acara resmi dibuka oleh Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. selaku Direktur Sekolah Vokasi yang hadir mewakili Rektor UT Pusat. Selain itu, Dr. Agus Joko Purwanto, M.Si., selaku Direktur UT Surakarta, juga menyampaikan sambutan.
Agus merupakan direktur baru yang resmi menggantikan Dra. Yulia Budiwati, M.Si. setelah melakukan serah terima jabatan pada Januari lalu. Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan pesan mendalam kepada para lulusan.
“Wisuda merupakan bukti nyata atas keberhasilan proses pendidikan yang telah dilakukan mahasiswa, sekaligus menjadi momen penting bagi UT dalam melepas para lulusan untuk memasuki dunia profesional,” ujarnya.
Yunus menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari perjuangan yang tidak mudah.
“Wisuda menjadi penanda bagi mahasiswa yang telah berjuang dengan gigih. Tidak hanya itu, para peserta wisuda juga datang dari berbagai latar belakang ekonomi dan sosial. Mereka adalah bagian dari generasi muda yang siap menghadapi era digital,” tuturnya.
Salah satu hal yang mencolok pada wisuda kali ini adalah banyaknya mahasiswa penerima beasiswa dari berbagai kategori, mulai dari KIP, beasiswa pemerintah provinsi, hingga beasiswa CSR.
Selain itu, penghargaan diberikan kepada para lulusan terbaik, di antaranya Ferry Setiawan Daryanto dengan IPK 3,94 dari Program Studi Ilmu Hukum, Dita Wijayanti dengan IPK 3,89 dari Program Studi PGPAUD, Dewi Fajar Handayani dengan IPK 3,83 dari Program Studi Akuntansi, dan Najwa Ramadhanty Tsaqila dengan IPK 3,72 dari Program Studi Teknologi Pangan.
Wisuda UT Surakarta 2026 juga memberikan apresiasi kepada Rafika Wulantari (21 tahun) sebagai wisudawan termuda dan Ibu Sumarsini (61 tahun) sebagai wisudawan tertua.
Kehadiran mereka membuktikan bahwa di Universitas Terbuka, pendidikan berkualitas dapat diraih oleh siapa pun tanpa batasan usia maupun latar belakang.***
Editor: Nabila Nur Khasanah
