LPM Mayantara

LPM Mayantara

LPM Mayantara UT Surakarta Sukses Gelar Kegiatan Literasi untuk Siswa SMP se-Solo Raya

Peserta antusias mengikuti acara pelatihan jurnalistik yang diadakan
oleh LPM Mayantara.(Dok: Duta/lpmmayantara.com)

Penulis : Wulan Eka Handayani

Mayantara - Puluhan siswa SMP dari berbagai wilayah di Karesidenen Surakarta berkumpul di Garena Gaming dan Community Hub, Solo Technopark pada Sabtu (7/2/2026). Duduk khusyu' menyimak materi yang disampaikan panitia dalam kegiatan Pelatihan Menulis Artikel oleh LPM Mayantara UT Surakarta, bertajuk Bergerak dengan Aksara, Menginspirasi dengan Karya.

Beberapa di antaranya mengenakan seragam sekolah dari SMP 2 Masaran. Ada pula beberapa siswa yang mengenakan kemeja. Di antaranya dari SMP Negeri 1 Kebakkramat, SMP Al Islam Kartasura, SMP N 3 Karanganyar, SMP N 1 Jaten, SMP N 5 Karanganyar, SMP 1 Colomadu. Hingga paling jauh dari SMP N 2 Ngawi. 

Ada pula rombongan siswa mengenakan rompi bertuliskan "Jurnalistik Spendakra". Ialah siswa dari SMP Negeri 2 Karanganyar. Mereka didampingi lansung Heni Pujihastuti guru pembina ekstrakurikuler jurnalistik. Pembina pendamping lain yang turut hadir yakni Maharani Mutiara S., dari SMP N 2 Masaran.

Diikuti puluhan peserta, kegiatan ini diisi materi terkait Reportase. Fadillah Indiyuni Astuti dan Nabila Nur Khasanah mengisi materi dengan pendekatan interaktif.

"Reportase adalah kegiatan mencari informasi, mengamati kejadian, bertanya pada narasumber lalu menuliskannya menjadi berita atau artikel," ungkap Fadillah.

Ia menambahkan inti dari reportasi meliputi melihat, mencari tahu, lalu menceritakannya dengan fakta. 

Nabila memaparkan informasi tambahan terkait riset sederhana. Ia menyatakan riset sederhana merupakan usaha mencari data sebelum menulis.

"Bisa dengan cara membaca dari buku/internet, wawancara, dan pengamatan langsung," imbuhnya.

Tujuan dari riset sederhana supaya tulisan menjadi akurat dan tidak asal sumbernya. Keuntungan yang didapat dari riset ialah informasi yang valid, tulisan lebih dipercaya, dan menarik minat pembaca.

Nabila menegaskan pengamatan perlu dilakukan untuk melihat detail. Pengamatan dilakukan dengan deliti, fokus, dan mencatat hal penting.

Fadillah menambahkan sikap yang perlu dilakukan saat mengamati yakni sopan, jujur pada fakta, tidak mengganggu, dan tidak mengarang.

Setelah Ishoma, peserta dibagi menjadi 6 kelompok untuk melakukan praktik menulis artikel. Peserta dari masing-masing kelompok memilih satu di antara 3 topik, Sekolahku Inspirasiku. Pengalaman Tidak Terlupakan, Buku Favoritku.

Sejumlah 3 kelompok terbaik mendapat penghargaan berupa uang saku dan hadiah hiburan. Tiga kelompok tersebut meliputi Juara 1 yang diperoleh kelompok 4, juara 2 kelompok 6 dan  juara 3 kelompok 5.


Editor : Fadillah Indiyuni Astuti