Penulis: Yusuf Aminudin
MAYANTARA- Universitas Terbuka (UT) Surakarta menggelar seminar wisuda di Graha Saba Buana, Sumber, Banjarsari, Surakarta, pada Selasa (10/02/2026).
Ratusan mahasiswa calon wisudawan mengikuti seminar ini sebagai rangkaian persiapan sebelum prosesi wisuda yang akan dilaksanakan pada Rabu (11/02/2026) di lokasi yang sama. Pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026, UT Surakarta akan mewisuda sebanyak 691 mahasiswa.
Seminar dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Universitas Terbuka.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi temu wicara bersama Direktur UT Surakarta Dr. Agus Joko Purwanto, M.Si.; Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian Danar Kristiana Dewi, S.I.Kom., M.I.Kom.; Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni Cicilia Clara D. A., M.Pd.; serta Manajer Keuangan, Sumber Daya, dan Umum Raden Sunaryo, S.Pd.
Dalam sambutannya, Direktur UT Surakarta menyoroti pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang kini telah mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk bidang pendidikan. Ia menilai bahwa hasil yang dihasilkan AI kerap terlihat lebih unggul dibandingkan pemikiran manusia.
Direktur UT Surakarta juga menegaskan bahwa perkembangan AI berdampak pada banyak sektor, termasuk diambil alihnya sejumlah pekerjaan oleh teknologi dan meningkatnya kejahatan siber. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya etika dalam pemanfaatan AI.
Pada penutup sambutannya, ia mengingatkan para calon wisudawan agar terus berani belajar dan melangkah di tengah disrupsi, sehingga mampu terus berkiprah di era digitalisasi.
Seminar wisuda kali ini mengusung tema “Kesuksesan Versi Anda: Merancang Masa Depan Pasca-Wisuda sebagai Lulusan Universitas Terbuka.” Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Sc., selaku narasumber, menyampaikan paparan mengenai dampak kemajuan AI di era digitalisasi.
Ia mengingatkan bahwa calon wisudawan tidak lagi berada pada fase memikirkan akan bekerja sebagai apa setelah lulus, melainkan bagaimana tetap dapat berkembang dan relevan dengan perubahan zaman.
Dalam paparannya, Prof. Gorky juga mendemonstrasikan penggunaan AI ChatGPT di bidang pendidikan untuk menunjukkan besarnya pengaruh AI dalam menyediakan jawaban atas berbagai kebutuhan manusia.
Ia mengilustrasikan materi tersebut dengan analogi kepunahan dinosaurus dan keberlangsungan hidup lalat hingga saat ini, yang terjadi karena ketidakmampuan dinosaurus untuk bertahan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“AI tidak menghapus masa depan, tetapi menghapus masa depan orang yang tidak belajar,” ujar Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Sc., seraya mengingatkan pentingnya relevansi dan pembelajaran berkelanjutan bagi para calon wisudawan.
Prof. Gorky menutup sesi seminar dengan menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan karier. Menurutnya, mereka yang tertinggal adalah mereka yang berhenti belajar dan berkembang di tengah era disrupsi.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) yang disampaikan oleh perwakilan IKA UT kepada para calon wisudawan.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan IKA UT menjelaskan manfaat serta pentingnya aktivasi keanggotaan IKA UT, salah satunya pemanfaatan kartu IKA UT yang dapat digunakan sebagai uang elektronik (e-money).
Seminar wisuda ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Drs. Fadloli, M.Pd.
Melalui kegiatan seminar wisuda ini, UT Surakarta berharap para calon wisudawan memperoleh arahan dan bekal setelah menyelesaikan studi, sehingga mampu terus berkembang dan tetap relevan dengan perkembangan zaman di tengah era digitalisasi.***
Editor: Nabila Nur Khasanah

