LPM Mayantara

LPM Mayantara

Aroma Kunyit dan Jahe di Pasar Gede Solo Membawa Kebaikan Lewat Segelas Jamu


Bu Maria membagikan jamu kepada warga dalam kegiatan I Carry Kindness di Pasar Gede, Surakarta. (Foto: Muhammad Duta Komarudin/lpmmayantara.com)

Penulis: Muhammad Duta Komarudin

MAYANTARA- Minggu, 8 Februari 2026, Pasar Gede Hardjonagoro atau Pasar Gede Solo dipenuhi aroma kunyit dan jahe. I Carry Kindness membagikan lebih dari 100 gelas jamu gratis kepada warga sebagai bagian dari kampanye pelestarian minuman tradisional Indonesia. 

Kegiatan ini digelar dengan tujuan memperkenalkan kembali jamu kepada generasi muda agar tetap relevan di tengah tren gaya hidup modern.

Kegiatan ini memang menyasar anak muda sebagai audiens utama, mengingat konsep yang diusung dikemas layaknya sebuah gathering komunitas. Dengan dukungan sound system dan alunan musik house hingga jazz house, suasana yang tercipta terasa seperti pesta kecil yang hangat dan terbuka. Selain itu, panitia juga mempertimbangkan jenis konsumsi yang inklusif, netral, dan nyaman untuk berbagai kalangan saat dibagikan di ruang sosial. 

Jamu dipilih karena memiliki nilai tradisi, dapat disajikan dengan cara yang menarik, serta tetap relevan dalam konteks gaya hidup yang lebih mindful.

“Kami ingin memperkenalkan kembali jamu kepada anak muda dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kultur mereka, tanpa menghilangkan nilai tradisinya,” ujar Agios Gerasimos, pengarah kreatif komunikasi I Carry Kindness.

Konsep yang dihadirkan dikemas dalam format yang dekat dengan kultur komunitas dan ruang berkumpul generasi sekarang.

Ratusan porsi dibagikan dalam kegiatan tersebut. Penyajiannya dilakukan secara langsung dan disesuaikan dengan permintaan pengunjung yang datang, sehingga setiap orang dapat memilih jenis jamu sesuai preferensi masing-masing.

Kegiatan ini melibatkan beberapa pihak dengan peran yang saling melengkapi. Para donatur turut berkontribusi melalui dukungan pendanaan, sekaligus memberikan kepercayaan dan harapan agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

Kegiatan ini digagas oleh tim I Carry Kindness yang terdiri atas Agios Gerasimos dan Zarah, serta didukung tiga sukarelawan, yakni Fahmi, Ayu, dan Duta, yang turut memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik. 

Kontribusi mereka, bersama dukungan para donatur, memungkinkan pembagian ratusan gelas jamu terlaksana dengan baik dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

I Carry Kindness sendiri merupakan komunitas yang baru berdiri pada tahun 2025 dan berorientasi pada kegiatan sosial. Komunitas ini diketuai oleh Agios Gerasimos, yang bersama timnya berupaya menghadirkan ruang berbagi yang kreatif dan relevan bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut juga membuka peluang terjadinya koneksi baru. Sejumlah pengunjung yang awalnya datang karena penasaran mulai mengenal lebih dekat apa yang dilakukan komunitas tersebut. 

Bahkan, tidak sedikit yang kemudian menyatakan ingin ikut berkontribusi atau menyumbang pada agenda berikutnya. Hal ini mencerminkan antusiasme dan semangat masyarakat terhadap kegiatan berbagi tersebut.

Berangkat dari pengalaman tersebut, ke depannya I Carry Kindness berharap kegiatan ini semakin berkembang dengan lebih banyak kolaborasi dan partisipasi masyarakat, sehingga menjadi ruang berbagi yang relevan bagi semua kalangan.***