![]() |
| Ilustrasi anak di Hari Pendidikan Nasional. (Sumber : Husniati Salma/Unsplash.com) |
Penulis: Yusuf Aminudin
Mayantara- Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) adalah hari nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei di Indonesia. Peringatan ini didedikasikan untuk menghormati kontribusi besar Ki Hajar Dewantara. Sosok yang meletakkan dasar bagi sistem pendidikan modern Indonesia dan pendiri Lembaga Pendidikan Taman Siswa.
Tujuan utama peringatan Hardiknas bukan sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk refleksi mendalam atas sejarah panjang perjuangan pendidikan di Indonesia. Sekaligus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pendidikan Tanah Air.
“Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” merupakan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yang senantiasa menginspirasi hingga masa kini.
Setiap tahunnya, pemerintah meluncurkan logo dan tema Hardiknas dengan makna masing-masing. Berdasarkan Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, tema Hari Pendidikan Nasional 2026 adalah “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Tema tersebut menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi pendidikan atau pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, pendidik, peserta didik, orang tua, serta masyarakat luas berperan penting dalam masa depan pendidikan Indonesia.
Pendidikan bermutu yang diinginkan tidak hanya soal prestasi akademik, tetapi juga mencakup integritas, pembentukan karakter. Hingga kemampuan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Tema Hardiknas 2026 berfokus pada ajakan kepada seluruh pihak untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan relevan dengan perkembangan zaman secara bersama-sama.
![]() |
| Logo Hardiknas 2026. (Sumber : kemendikdasmen.go.id) |
Logo Hardiknas 2026 mencerminkan semangat transformasi pendidikan Indonesia. Figur siluet manusia berwarna biru menggambarkan gerak dinamis dan penuh semangat. Garis lengkung yang mengitari logo melambangkan gerak maju, perlindungan, dan kesinambungan.
Sementara itu, penggunaan warna biru yang dominan merepresentasikan kepercayaan, kecerdasan, profesionalisme, serta masa depan yang cerah. Logo Hardiknas 2026 memiliki tiga fokus utama, yaitu revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, dan peningkatan kesejahteraan guru.
Adapun pemilihan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional bertepatan dengan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara pada 2 Mei 1889. Meskipun merupakan hari penting nasional, pemerintah tidak menetapkan tanggal 2 Mei sebagai hari libur resmi nasional. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam SKB 3 Menteri tentang Hari Libur dan Cuti Bersama 2026.
Awal Mula Penetapan Hari Pendidikan Nasional
Ki Hajar Dewantara merupakan sosok di balik peringatan Hari Pendidikan Nasional. Ia dikenal sebagai pelopor pendidikan bagi kaum pribumi pada masa penjajahan Belanda. Pada masa itu, pendidikan merupakan hal yang sangat langka, terpandang, dan bernilai mahal.
Tidak semua orang dapat mengakses pendidikan. Hanya kalangan tertentu, seperti bangsawan, priyayi, serta orang Belanda, yang diperbolehkan mendapatkannya. Semasa hidupnya, Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai sosok yang kritis terhadap penjajah melalui tulisan-tulisannya di dunia jurnalistik.
Ia secara tegas menentang sistem pendidikan yang diberlakukan Belanda karena tidak memberikan akses pendidikan bagi kaum pribumi. Kritik sosial dan politiknya yang tajam membuatnya diasingkan ke Pulau Bangka oleh pemerintah kolonial Belanda.
Sepulang dari pengasingan, Ki Hajar Dewantara mendirikan lembaga pendidikan bernama Perguruan Taman Siswa pada 1992. Lembaga ini hadir untuk menyediakan layanan pendidikan yang setara bagi masyarakat pribumi.
Ia juga berani menolak Undang-Undang Sekolah Liar (Wilde Scholen Ordonnantie 1932) yang dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda. Sebab peraturan tersebut berupaya membatasi gerak nasionalisme pendidikan dan ruang gerak sekolah swasta. Kiprah serta perjuangannya berakhir saat ia wafat pada 26 April 1959.
Pemerintah kemudian menetapkan hari lahir Ki Hajar Dewantara sebagai Hari Pendidikan Nasional sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan jasanya dalam memajukan pendidikan di tanah air. Ia juga dijuluki sebagai Bapak Pendidikan Nasional.***
Editor : Wulan Eka Handayani

